Tuesday, April 07, 2009
Hujan

Hujan masih rintik
Ketika lelah kami bersandar dibatas takdir
Pundak-pundak yang terkoyak,
tangan-tangan yang remuk,
urat nadi yang pecah
dikalahkan kejammnya guntur yang mengamuk
padahal hujan masih rintik malam itu
hujan masih rintik
ketika darah-darah kami memerahkan rinainya
tidak saga, hanya jingga
tapi beribu pekik menggelegar dikaki langit
menembus awan kelabu yang menggantung dimata purnama
dan ketika tirai langit dibuka,
awan-awan berkilat menangis di muara bumi
hujan masih rintik
ketika nyali kami ditusuk dari empat penjuru mata angin,
digoyah sangarnya teriakan halilintar
kilatnya membiaskan mata-mata kami
menyumpal mulut-mulut kami
menambal telinga-telinga kami
tapi membuka lebar perut-perut lapar kami
padahal, hujan masih rintik malam itu
Darussalam, Medio April 2009
Posted by al IkhlaS at 9:44 PM
|